03
Apr
09

Asal Usul Telor Paskah…

Asal Usul Telor Paskah…
(Cerita Rakyat Ukraina)

Yosef menuruni bukit dari ladang menuju rumahnya sambil bersiul-siul
menyanyikan lagu-lagu memuji Allah. Seorang beriman betul dia.
Dia bukan petani kecukupan, bahkan boleh dikatakan dia adalah
petani miskin, paling miskin di desanya. Namun dia menerima
semuanya dengan penuh rasa syukur.

“..Marusha, Kristye, aku sudah pulang …!” Yosef berteriak ketika
mendekati rumahnya. Dia cium isterinya dan dia angkat anaknya
tinggi-tinggi. Kedua perempuan itu merasakan ada yang lain pada
tingkah ayahnya, kegembiraannya agak berbeda dengan hari-hari
sebelumnya.

easter_egg_foil_wrap-1“Semua penduduk omong tentang persembahan apa yang akan
mereka bawa ke gereja, pada saat Jumat Suci nanti.
Petrovich tetangga kita mau membawa anyaman tikar dari ladang
gandumnya, Petra mau membawa sesuatu yang dibuat dari kulit
sapinya… tetapi kita, kita akan berikan yang lebih baik!” kata Yosef.

“Bagaimana mungkin kita beri yang lebih baik daripada mereka?
kita tidak memiliki ladang gandum yang besar, tidak punya sapi…”
sahut Kristye anak perempuan satu-satunya.

“Kita memang tidak disejahterakan dan diberkati dengan tanah yang
luas, tapi ayam-ayam kita? … Mereka memberi telur paling segar
untuk kita, lebah di kebun kita?… kita punya lilin dan madu terbaik,
lalu kebun kecil kita? … kita punya sayuran yang lumayan baik toh!”

Yosef masih melanjutkan, ‘Jadi, sebelum makan malam, kamu harus
mencari telur terbesar, tersegar, letakkan di atas meja, dan ayahmu
akan membuat kamu bangga!’

Malam hari sesudah makan malam, Kristye meletakkan telur
terbaiknya di atas piring. Marusha, isterinya, masih bertanya-tanya
dalam batinnya tentang apa yang akan dibuat suaminya, tetapi dia
tetap melanjutkan menyulam kain, untuk mempersiapkan kalau-kalau
dibutuhkan juga untuk persembahan.

Yosef memuji penemuan Kristye, dan mulailah dia berkarya.
Dibuatnya garis-garis pada permukaan telur itu dengan pena yang
sudah dibakarnya dengan lilin dan yang sudah dicelupkannya pada
lilin lebah.

Dia menggambar ayam,
“Karena ayam memberi kita telur yang segar ini.”
Lalu dia menggambar pohon cemara,
“Karena hutan kita penuh dengan pohon cemara, dan kita
membuatnya menjadi tempat tinggal kita”
Dia juga menggambar bintang,
“Karena aku melihat sinarnya dalam mata anak dan isteriku!’ bisiknya.
Lalu malam beranjak semakin larut. Keesokan harinya,
Yosef mendapat ide baru:
‘Mengapa kita tidak mewarnainya? ‘

Lalu dia minta kepada Marusha untuk membuat cairan pewarna.
Marusha memetik beberapa bunga marigold di halaman depan
rumahnya dan menumbuknya dan memasaknya.

Malam hari itu juga, telur direndam dalam cairan berwarna kuning itu….
dan hasil karya Yosef semakin sempurna.

Keesokan harinya, Kristye memetik wortel membantu ibunya.
Dan jari-jari tangannya menjadi oranye karena pekerjaan itu.

“Sekarang ada ide baru, kita beri warna oranye juga untuk telur
persembahan kita!” kata Yosef.

Dan dia mulai menggambar wortel pada telur itu dengan penanya:
“Untuk wortel kita.,. yang memberi kesehatan!”
Dan Yosef kemudian mencelupkan sebagian telur itu pada cairan
oranye perasan wortel buatan Marusha.

Kini, telur sudah semakin menarik karena semakin banyak warnanya.

Tiba-tiba, Yosef berseru
‘Bit, buah bit kita,,..panen bit kita terbaik di seluruh desa ini, kita beri
warna marsh dari buah bit pada telur kita!”

Marusha menjawab:
‘Belum terlambat, kita punya rebusan bit, kita bisa pakai!”

Dan malam itu, Yosef bekerja sampai larut malam untuk
menyelesaikan karyanya.

Keesokannya hari Kamis, hanya tinggal satu hari untuk mereka
membawa persembahan itu ke gereja.

“Blackberries! ” teriak Yosef,
“Aku yakin tak ada Blackberries lain yang sebaik milik kita…
kita berikan apa yang terbaik milik kita untuk Tuhan pada telur kita.

Marusha menggeleng-geleng kepala sambil tertawa, tetapi dia tetap
membuat rebusan blackberies itu.

Matahari sudah mulai terbenam ketika Yosef menyelesaikan
gambarnya pada telur dengan beberapa lingkaran kecil simbol hasil
kerja kerasnya dalam rupa blackberries yang sudah dipanennya.

Dan terakhir dia hanya tinggal mencelupnya pada warna itu.
Dengan hati-hati Yosef mencelupkannya pada warna kehitaman
cairan rebusan blackberris.
Dan diangkatnya juga perlahan-lahan. … tetapi…. ..semuanya
menjadi gelap……. .
Hilang sudah semua gambar dan warna-warni lainnya.
Yosef panik!
Beberapa saat, ketiga orang itu lama tanpa suara, semua menjadi diam.
Kristye merangkul tangan ayahnya sambil menasehati:
“mungkin lebih baik, kalau kita membawa blackberries segar dalam
keranjang persembahan! ”
“Yang kuinginkan adalah persembahan  sempurna untuk Tuhan,
sekarang kita tak punya apa-apa untuk dipersembahkan … ” ujar Yosef
nelangsa.
Kristye menjawab,
“Yah, bukankah kita seperti telur itu?
Kita juga tidak sempurna, tetapi Tuhan tetap meminta kita datang?”
Yosef terpana
“Aku rasa Allah memberi kebijaksanaan yang lebih baik kepadamu
daripada yang Dia berikan kepada ayahmu ini!”
Yosef segera  membungkus telur gelap itu dengan kain sulaman
Marusha.

Jumat Sore dalam pekan suci, semua orang sudah membawa
persembahannya  masing-masing, tak terkecuali keluarga Yosef
dengan ‘telur gelap’-nya. Ketika saatnya persembahan, setiap orang
membawanya ke depan altar. Yosef mengambil saat paling akhir,
Sebelum meletakkan bungkusan kainnya, Yosef membalikkan
badannya menyhadap umat, dan dengan matanya menatap ke lantai
dia berbicara:
“Kami sekeluarga hendak memberikan yang terbaik. Saya sudah
meminta Kristye mencari telor terbaik, Sepanjang minggu saya
melukis telur dengan lilin lebah terbaik… saya ingin mewarnainya
dengan hasil-hasil kebun terbaik, tetapi apa yang terjadi.,,”

Yosef membuka bungkusannya sehingga semua orang dalam
gereja itu melihatnya:
“Saya tak bermaksud mempersembahkan telur ini kepada gereja,
tetapi anak saya mengatakan sesuatu yang mengubah niat saya.
Dia mengingatkan saya bahwa kita seperti telur ini, kita tidak
sempurna, tetapi Allah tetap meminta kita datang!”

Yosef melanjutkan sambil menengadah
“Maka, Tuhan… Aku dan keluargaku hendak memberikan
persembahan ini kepadaMu. Syukur atas penerimaanMu dan atas
cinta dan atas pengampunan kepada kami!”
Yosef meletakkan persembahannya di antara persembahan yang lain
dan kembali ke tempat duduknya, Tiada suara untuk beberapa saat.
Lalu ibadat Jumat Agung dilanjutkan,

Byarr! Minggu, hari Paskah tiba…semua orang datang ke gereja
untuk merayakan Paska. Nyanyian Haleluya dalam kebangkitan
berkumandang. Inilah saatnya untuk membuka semua penutup
persembahan dan memberkati persembahan.

Imam, yang memimpin perayaan bersiap-siap untuk membuka kain
penutup persembahan dan mengucap doa berkat. Tak terkecuali
persembahan Yosef yang mungil tanpa keranjang juga dibukanya.

‘Lihat!’ teriak Yosef
‘Lihat telur itu!”
Semua orang dalam gereja terpana, Mulut-mulut mereka
menunjukkan keterkejutan. Di pagi hari itu sebutir telur paling indah
yang mereka lihat. Gambar-gambar pada telur itu menjadi lebih tajam
dan indah, warna-warni menjadi berkilat keemasan.

“Bagaimana bisa begitu!” bisik beberapa ibu.
“Ini mukjijat…” seru beberapa orang.

Kristye menoleh ke jendela… bicara pada ibunya yang ada
di sebelahnya
“lihat bu, setelah musim dingin yang panjang dan gelap…
Allah memberi kita matahari yang terang dam hari-hari yang hangat.
Pastilah matahari yang melelehkan semua cairan yang gelap!”

Yosef menatap putri dan isterinya:
‘Tuhan membuat mukjjijat untuk kita…”

Pada hari pertama, mentari menembus celah jendela di Ukraina….
Sebuah keluarga yang berbahagia berjabatan tangan satu sama lain…..
Dan hati mereka penuh syukur atas karya Allah yang indah….
yang mengubah kegalauan menjadi harapan, kegelapan menjadi
terang… kesedihan menjadi kegembiraan. …

SELAMAT PASKAH !!!

Diterjemahkan dari: Maxwell, Cassandre., Yosef’s
Gift of Many Colors, An Easter Story,
Augsburg Fortress, Minneapolis, USA, 1993.


1 Response to “Asal Usul Telor Paskah…”


  1. 30 Mei 2010 pukul 11:48 am

    Bagus artikelnya, tapi kalau bisa bagaimana tradidi telur paskah ini sampai menyebar keseluruh dunia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Jumlah Pengunjung

  • 36,186 pengunjung

Tanggalan’e

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Polling

Peta Keuskupanku

Photobucket

Download Driver nVidia

AC_FL_RunContent('flashVars', 'widgetVersion=vertical&widgetLanguage=en-us','src', 'http://www.nvidia.com/content/DriverDownload/widget/v2/driver_widget','width', '320','height', '620','align', 'middle','id', 'driver_widget','quality', 'high','bgcolor', '#869ca7','name', 'driver_widget','wmode', 'transparent','allowScriptAccess','sameDomain','type', 'application/x-shockwave-flash','pluginspage', 'http://www.adobe.com/go/getflashplayer');

Selamat Natal 2008 dan tahun baru 2009


%d blogger menyukai ini: