10
Des
08

Catatan Harian si Chiko: Makasih ya, Gong……

Laper, nih. Bagong kemana, sih? Khan udah jam tujuh, kok makanan belum datang juga.

Tak lama kemudian

“Chiko…Chiko…Chiko..”.

Nah, itu suara Bagong memanggilku. Aku datang! Kemana aja sih, kok baru datang. Menu hari ini apa? Langsung si Bagong meletakkan sebuah kotak berisi makanan tepat di depanku. Ahh.. nasi lagi .. nasi lagi. Malang sekali nasibku. Aku ini anjing elegan, masak harus makan nasi sama lauk … ngg .. apa itu? ah .. tempe lagi! Untung masih ada tambahan lele gorengnya. Yah! Meski begitu akan kuhabiskan. Khan, Bagong sudah nyiapin makanan ini dengan menyisakan jatah makannya. Dan lagi banyak anjing di luar yang belum bisa makan secara rutin tiga kali sehari seperti aku ini. Makasih ya, Gong.

chikoo1Habis makan, biasanya orang-orang di dusun ini, termasuk Bagong, pergi ke dusun sebelah. Katanya sih untuk belajar. Tapi aku jadi curiga dengan apa yang mereka pelajari di sana. Soalnya, habis dari sana, mereka berseru-seru dengan penuh ratap dan kertak gigi, “paper lagi!? .. lagi-lagi paper!?” Aku tidak mengerti apa itu paper. Hanya suatu malam, aku pernah melihat Bagong di kamarnya sedang memandangi suatu benda kotak yang bisa mengeluarkan huruf-huruf dan tangannya seperti sedang memijat benda pipih yang ada tuts-tuts hurufnya juga sambil terkadang memainkan benda kecil berwarna hitam di samping kotak tadi yang berbentuk seperti seekor tikus kecil. Sambil melakukannya ia bergumam, “paper..paper..paper..”. saat itu aku kira itu paper. Aku baru sadar kalo itu bukan paper setelah Gareng memamerkan beberapa lembar kertas kepada Bagong. “Liat, paperku udah jadi!!”, gitu katanya. Ya, itulah yang namanya paper. Beberapa lembar kertas yang dibuat di sesuatu berbentuk kotak yang semua orang menyebutnya komputer. Tapi, aku tetap senang karena meski Bagong sangat sibuk dengan paper, dan tau gak, bentar lagi di dusun sebelah akan ada ujian, tapi Bagong tetap mau menyiapkan makan untukku dan mengajakku main. Makasih ya, Gong.

Hari mulai sore. Sekarang tiap sore pasti hujan. Seperti sekarang, aku selalu kedinginan. Aku tidak bisa mengeluh pada Bagong, karena kalau sore seperti ini, ia harus belajar untuk mempersiapkan pelajarannya besok. Terpaksa, aku mencari tempat berteduh sendiri. Dari kejauhan, aku melihat Retno dan Arjuno, dua anjing kecil yang baru datang beberapa waktu yang lalu, tertidur dengan tubuh melingkar. Mereka, sih enak bulunya tebal dan badannya gemuk. Dingin segini sih, nggak jadi masalah buat mereka. Biarlah, mereka istirahat. Seharian mereka tidak bisa istirahat karena tiap kali ada orang lewat mereka selalu gemas dan ingin mengelus bahka menggendongnya seperti boneka. Ketika aku hendak menuju tempatku biasa mangkal kalo dingin begini, aku dikejutkan oleh bayangan besar di depanku. Ahh.. ternyata si Badut. Ia adalah anjing besar berbulu tebal milik pejabat dusun ini. Ngapain kamu disini? Ini khan tempatku. Anjing pemalas ini tidak menghiraukanku dan malah membenarkan posisi tidurnya. Terpaksa aku mencari tempat lain. Gak mungkin aku bisa tidur di dekatnya. Bulu sih bagus, tapi baunya itu, lho ngg… gimana ya jelasinnya, pokoknya bau banget. Belum jauh aku meninggalkan si Badut, aku dikejutkan lagi oleh anjing putih milik PNS di dusun ini. Aku tidak tahu siapa namanya. Anjing ini berwajah mengerikan dan selalu buat masalah. Tahu aku berusaha menhindarinya, ia malah mengejarku dan menggigit bagian perutku. Aku berusaha membalas, tapi aku kalah besar darinya. Gigitan kedua mengarah ke leherku. Akh.. sakit. Saat itu dalam pikiranku hanya ada si Bagong. Akh.. Bagong tolong aku. Banyak orang yang sedang sibuk di kamar tidak menolongku karena di telinga mereka teriakanku hanya seperti gonggongan anjing yang minta makan. Saat gigitan ketiga hampir mengenai tubuhku, ada sapu yang memukul si anjing PNS tadi. Saat kulihat, ternyata itu si Bagong. Dengan bermodalkan badannya yang besar dan sapu di tangannya, Bagong berhasil mengusir anjing PNS tadi. Untung Bagong datang. Makasih ya, Gong.

Hari ini aku sungguh bersyukur karena punya Bagong. Ia banyak tugas dalam pelajarannya di dusun sebelah. Belum lagi tugas-tugasnya sebagai anggota dusun ini. Apalagi sebentar lagi, salah satu pejabat dusun ini akan mengadakan pesta peringatan dua puluh lima tahun ia berkarya. Dan Bagong terlibat dalam kepanitiaan pesta peringatan itu. Bagong sibuk sekali, ya. Tapi aku senang sekali karena meski sibuk, Bagong tetap mau memperhatikan aku. Makasih ya, Gong.

Fr. F. Yunarvian Dwi Putranto (SALUS)


 

[1] Chiko adalah anjing milik salah satu frater Seminari Tinggi.


1 Response to “Catatan Harian si Chiko: Makasih ya, Gong……”


  1. 1 aan
    10 Desember 2008 pukul 11:05 am

    Wah,sekarang ada 3 anjing, satu Chiko, udh dewasa… Yg dua…msh kecil2. Tadi pagi dua potku acak-acakan gara2 dua anjing kecil itu…
    Kapan keduanya bisa dewasa kayak chiko y? hehe…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Jumlah Pengunjung

  • 36,186 pengunjung

Tanggalan’e

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Polling

Peta Keuskupanku

Photobucket

Download Driver nVidia

AC_FL_RunContent('flashVars', 'widgetVersion=vertical&widgetLanguage=en-us','src', 'http://www.nvidia.com/content/DriverDownload/widget/v2/driver_widget','width', '320','height', '620','align', 'middle','id', 'driver_widget','quality', 'high','bgcolor', '#869ca7','name', 'driver_widget','wmode', 'transparent','allowScriptAccess','sameDomain','type', 'application/x-shockwave-flash','pluginspage', 'http://www.adobe.com/go/getflashplayer');

Selamat Natal 2008 dan tahun baru 2009


%d blogger menyukai ini: