26
Nov
08

Para frater dan Imam diminta berjalan bersama masyarakat di jalur politik

 Jakarta (UCAN) –  Seorang intelektual beragama Katolik menyarankan para frater dan imam agar mendidik dan mendampingi masyarakat dalam hal politik, khususnya karena bangsa Indonesia menghadapi pemilihan umum (Pemilu) pada April mendatang.

 Joseph Kristiadi, seorang peneliti senior dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Jakarta, mengatakan kepada 43 frater dan tujuh imam yang menghadiri seminar baru-baru ini, “Saya mengajak para frater dan imam untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar mereka bisa berpartisipasi dalam Pemilu dan memilih berdasarkan hati nurani.”

 Seminar bertema “Meningkatkan Semangat Patriotisme” itu diadakan di Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada 16 Agustus, sehari sebelum perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-63. Skolastikat Sang Tunas dari Kongregasi Hati Tak Bernoda Maria (CICM) mengadakan acara tersebut.

 ”Politik itu tremendum sed fascinosum (menakutkan tapi menarik), namun kalian tidak perlu takut dengan politik,” kata Kristiadi kepada peserta seminar.

       “Meski para pelaku politik cenderung membuat politik menjadi sesuatu yang negatif di mata masyarakat, politik itu (pada dirinya sendiri) bagus,” tegas pakar politik itu. Politik adalah “tanda dan sarana keselamatan,” katanya, dan “kita diajak untuk bekerjasama menciptakan kehidupan politik yang lebih baik guna mencapai masyarakat yang adil dan sejahtera.”

 Ia mengakui bahwa sejumlah politisi dan partai politik tertentu mencoba memperoleh suara dengan membagi sembako atau uang kepada masyarakat. Oleh karena itu, katanya, para frater dan imam hendaknya “berperan lebih aktif dalam mendidik dan mendampingi masyarakat yang mudah terpengaruh oleh banyak godaan.”

 Menurut Kristiadi, pendidikan politik itu penting bagi para frater dan imam serta bagi umat Katolik lainnya. “Saya yakin bahwa politik itu mulia,” katanya kepada mereka, “dan oleh karena itu para frater dan imam punya tugas penting. Kalian diutus untuk menyelamatkan umat manusia yang tertindas dan mengalami ketidakadilan.”

       Ia juga mengatakan bahwa Partai Kasih Demokrasi Indonesia yang berbasis Katolik dan semua partai politik yang berbasis agama yang akan bersaing dalam Pemilu mendatang seharusnya tidak perlu ada, “karena politik tidak bisa dipersatukan oleh agama.”

 Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyetujui 38 partai politik, termasuk partai-partai berbasis agama untuk Pemilu yang diadakan 9 April 2009. KPU juga menetapkan masa kampanye sembilan bulan, mulai 8 Juli.

 Marselino Vincentius Polakan dan para frater lainnya yang mengikuti seminar tiga jam itu mengatakan kepada UCA News bahwa seminar itu bermanfaat. Ia mengatakan, “Saya kini paham bahwa politik itu sesuatu yang mulia yang bisa dipakai sebagai alat untuk membawa masyarakat ke jalan keselamatan.” Sebelum seminar, katanya, ia tidak pernah membayangkan bahwa mengomentari para calon presiden dan anggota legislatif “berhubungan dengan panggilan imamat saya.”

 Daniel Wisnu Bintoro menambahkan, “Selain teologi dan filsafat, kami para frater juga perlu memahami politik karena bagaimanapun kami akan turun ke ‘dunia nyata.’”

 Marianus Frederikus Gati berpendapat lain: “Seminar ini perlu bagi kami yang akan menjadi misionaris di negara lain. Tentu saja orang akan menanyakan kepada kami tentang situasi politik di Indonesia, karena orang lebih mengenal kami sebagai orang Indonesia.”

 Sementara itu, Pastor Sylvester Asa CICM, pimpinan Skolastikat Sang Tunas, berbicara pada pembukaan seminar bahwa skolastikat mengadakan acara seperti itu setiap tahun, biasanya sehari sebelum Hari Kemerdekaan, “untuk memberikan masukan kepada para frater dan juga imam agar mereka tidak sekedar belajar filsafat dan teologi tapi harus mengetahui situasi politik di tanah air.”

 Ia mengingatkan peserta bahwa Hari Kemerdekaan bukan sekedar acara seremonial dan perlombaan tradisional, “tapi juga merupakan saat yang tepat untuk memperdalam pengetahuan para frater dan imam tentang politik.”  

Source:     www.ucanews.com


0 Responses to “Para frater dan Imam diminta berjalan bersama masyarakat di jalur politik”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Jumlah Pengunjung

  • 36,186 pengunjung

Tanggalan’e

November 2008
S S R K J S M
    Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Polling

Peta Keuskupanku

Photobucket

Download Driver nVidia

AC_FL_RunContent('flashVars', 'widgetVersion=vertical&widgetLanguage=en-us','src', 'http://www.nvidia.com/content/DriverDownload/widget/v2/driver_widget','width', '320','height', '620','align', 'middle','id', 'driver_widget','quality', 'high','bgcolor', '#869ca7','name', 'driver_widget','wmode', 'transparent','allowScriptAccess','sameDomain','type', 'application/x-shockwave-flash','pluginspage', 'http://www.adobe.com/go/getflashplayer');

Selamat Natal 2008 dan tahun baru 2009


%d blogger menyukai ini: