21
Nov
08

Renungan Natal: Kesederhanaan di Balik Kisah Natal

 

Pada waktu itu, Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah untuk menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem,-karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud,- supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. (Luk 2: 1-7)

 

Natal menjadi suatu kesempatan yang tidak pernah terlewatkan bagi banyak orang Kristiani. Hal tersebut tentu tidak pertama-tama dikarenakan oleh demikian banyaknya pernak-pernik dan hiasan gemerlapan yang selalu terlihat pada masa Natal tetapi karena hari itu adalah Hari Raya Kelahiran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dunia. Bertolak dari Kisah Lukas 2: 1-7 yang berisi mengenai kisah Kelahiran Yesus, kita hendak bersama melihat makna Natal yang tersembunyi di balik kisah tersebut.

Pada tahun 29 SM, Kaisar Agustus berhasil mengakhiri perang sipil dalam Kekaisaran Romawi yang berlangsung selama hampir satu abad. Keberhasilannya dalam mengakhiri perang sipil yang terjadi pada saat itu menjadikan masa pemerintahannya dikenal sebagai masa damai berkat kuasa dan kebajikannya. Dengan latar belakang itulah, didirikanlah sebuah altar besar perdamaian yang diberi nama Ara Pacis Augustae, artinya “Altar Perdamaian Agustus”, pada antara tahun 13-9 SM. Selain itu, orang-orang Yunani di daerah Asia Kecil pun menjadikan tanggal kelahiran Kaisar Agustus, 23 September, sebagai hari pertama tahun baru. Alhasil, Kaisar Agustus dielu-elukan sebagai “Penyelamat bagi seluruh dunia” dan dalam prasasti Priene ditetapkan: “Hari lahir dewa yang menandai permulaan kabar baik dari dunia”.

Dalam Injil Lukas yang berisi mengenai Kelahiran Yesus kemudian diceritakan bahwa Kaisar Agustuslah yang memerintahkan untuk diadakan sensus penduduk sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Sensus yang dilakukan oleh Kaisar Agustus tersebut akhirnya membawa Maria dan Yusuf pergi ke kota Daud leluhurnya yaitu di Betlehem.

Sangat menarik apabila kita cermati dengan sungguh-sungguh bahwa Lukas dengan sengaja meletakkan sensus penduduk yang dilakukan oleh Kaisar Agustus sebagai latar belakang bagi kisah Kelahiran Yesus. Hal itu dilakukan untuk mempertentangkan kedua tokoh yang dihadirkan oleh Lukas yaitu antara Kaisar Agustus dengan Yesus. Saat manusia mencoba mengelu-elukan Kaisar Agustus sebagai “Penyelamat bagi seluruh Dunia” dan membuat prasasti yang bertuliskan “Hari lahir Dewa yang menandai permulaan kabar baik bagi dunia”, Yesus pun lahir dari Perawan Maria sebagai tanda “Permulaan kabar baik sebenarnya bagi seluruh dunia”. Selain itu, Yesus pun dikenal oleh orang Kristiani sebagai “Penyelamat Sejati bagi Seluruh Dunia”. Dengan demikian, hari kelahiran yang menandai permulaan zaman baru dan penyelamatan bagi semua orang tidak terjadi di Roma pada Kaisar Agustus tetapi pada diri Yesus di kota Betlehem.

Lewat kisah Natal yang disajikan secara menarik oleh Lukas, kita dapat belajar setidaknya satu hal yaitu kesederhanaan. Lukas mengajak kita untuk merenungkan makna kesederhanaan yang disajikan melalui perbandingan dalam Lukas 2: 1-7 antara Kaisar Agustus dan Yesus sendiri. Penyelamat Dunia yang sejati dilahirkan tidak secara meriah diiringi dengan sorak-sorai gembira banyak orang tetapi dilahirkan dalam kesederhanaan di kota Betlehem ditemani dengan cahaya bintang dan hembusan angin malam. Sang Raja Damai tidak dilahirkan dengan sebuah kemenangan gemilang dalam menumpas pemberontakan tetapi dilahirkan dengan penuh kesederhanaan dalam perjalanan Bunda Maria dan Santo Yusuf. Natal menjadi saat bagi kita untuk merasakan kesederhanaan bukan kemegahan. Semoga, kisah di bawah ini bisa membawa kita untuk lebih mendalami lagi makna kesederhanaan pada Natal tahun ini.

 

Natal di perempatan

Seorang anak terlibat percakapan dengan ibunya di sebuah perempatan :

Anak      : “bu, kenapa ada banyak lampu kelap-kelip dan hiasan di gedung itu ?”

Ibu         : “karena hari natal akan segera tiba nak “

Anak      : “mengapa natal harus memakai lampu kelap-kelip dan hiasan berwarna-warni bu?”

Ibu         : “konon supaya natal terlihat ceria nak ..”

Anak      : ”lho..bu lihat kok banyak orang berbelanja juga bu….?”

Ibu         : “iya nak…itu juga untuk menyambut natal..”

Anak      : “lho kok banyak sekali yang mereka beli saat natal ya bu…”

Ibu         :” iya nak, natal itu menyambut Tuhan Yesus dengan kegembiraan, dengan keceriaan, sehingga banyak orang sibuk membuat hiasan natal, lampu yang kelap-kelip, pohon natal yang indah, gua natal yang bagus, dan membeli bingkisan-bingkisan natal yang mahal untuk dibagikan kepada saudara-saudaranya…..seperti yang kamu lihat di sekelilingmu ini…..”

Anak      : “tapi kenapa kita nggak membuat pohon natal yang indah, gua natal yang bagus beserta lampu kelap-kelip semacam itu di rumah kita bu ? bukankah kita juga mau natalan ?”

Ibu         : “kalau itu karena ibu gak punya duit nak,…. Kita kan hanya pengemis yang mengharapkan pemberian orang-orang itu….

 Si anak pun tidak lagi bertanya kepada ibunya, diam memandang kerlap-kerlip lampu natal sembari berharap bahwa kali ini Yesus mau lahir di rumahnya tanpa sebuah gua natal ataupun pohon natal ataupun lampu kerlap-kerlip ataupun pula hadiah-hadiah natal….


2 Responses to “Renungan Natal: Kesederhanaan di Balik Kisah Natal”


  1. 1 andre
    17 Desember 2008 pukul 11:40 pm

    sebuah kisah yg bgtu, mnyntu,,,,,,,,,,,

    trimksi untk artkl ni,,,,

    bnyk pljrn yg bsa kta ambl,,,,,,,,

  2. 2 mediatorpurwokerto
    18 Desember 2008 pukul 7:24 am

    Hampir natal, butuh inspirasi ya…
    Aku juga…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Jumlah Pengunjung

  • 36,186 pengunjung

Tanggalan’e

November 2008
S S R K J S M
    Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Polling

Peta Keuskupanku

Photobucket

Download Driver nVidia

AC_FL_RunContent('flashVars', 'widgetVersion=vertical&widgetLanguage=en-us','src', 'http://www.nvidia.com/content/DriverDownload/widget/v2/driver_widget','width', '320','height', '620','align', 'middle','id', 'driver_widget','quality', 'high','bgcolor', '#869ca7','name', 'driver_widget','wmode', 'transparent','allowScriptAccess','sameDomain','type', 'application/x-shockwave-flash','pluginspage', 'http://www.adobe.com/go/getflashplayer');

Selamat Natal 2008 dan tahun baru 2009


%d blogger menyukai ini: