20
Nov
08

Ulasan Buku Rm Wahyobawono Pr

scan0001

Judul Buku          : Menyusuri  Jejak Imam Diosesan Pertama, Rm Augustinus Wahyabawono, Pr

Penyusun            : Ag. Dwiyantoro, Pr

Penerbit              : Yayasan Pustaka Nusatama

Tahun                   : 2008

Tebal                     : 122 halaman

 

Mengenang dan Meneladan Romo Wahyabawono

 

Suatu keuskupan tanpa imam diosesan bagikan macan ompong. Demikianlah suatu ungkapan yang mau menunjukkan betapa pentingnya keberadaan imam diosesan bagi suatu keuskupan. Bagaimana mungkin seekor macan dapat bertahan hidup tanpa disertai dengan gigi-gigi taringnya untuk mengunyah makanannya? Bertolak dari pertanyaan itu, maka kita dapat juga bertanya: Bagaimana mungkin suatu keuskupan dapat menjadi Gereja Partikular yang dewasa dan mandiri jika tanpa keberadaan imam-imam diosesan?

Buku yang ditulis oleh R. Ag. Dwiyantoro, Pr ini berusaha untuk membawa kita menyusuri periode perdana keberadaan imam diosesan di Keuskupan Purwokerto. Periode perdana itu merupakan tahap mencari dan menemukan pola kerohanian, gaya hidup dan tempat bagi imam dosesan dalam rangka penggembalaan umat.

Adalah Rm. Ag. Wahyabawono, Pr sebagai imam diosesan pertama untuk Keuskupan Purwokerto. Beliau lahir di Prembun-Kutoarjo 4 Januari 1919 dan wafat sebagai imam pada tanggal 22 Januari 1998.

Wilayah Keuskupan Purwokerto meliputi Karisidenan Kedu bagian Selatan, Pekalongan dan Banyumas. Corak budaya pesisiran, Yogya Mataram dan Banyumasan dengan logat ngapaknya mewarnai keuskupan ini. Pada awalnya, wilayah ini menjadi  karya misi Serikat Yesus. Kemudian, pada tanggal 27 Oktober 1927, wilayah yang cukup luas ini diserahkan kepada Tarekat MSC hingga kemudian menjadi keuskupan pada tahun 1961. Rm. Wahya yang ditahbiskan tahun 1948 oleh Mgr. Soegijapranata, SJ ikut serta dalam merintis kemandirian keuskupan Purwokerto. Hal itu terasa ketika para misionaris Belanda diinternir oleh Jepang karena peran imam pribumi pada saat itu begitu diperlukan bagi perkembangan iman umat.

Rm. Wahya kecil hidup dengan kesejahteraan yang cukup memprihatinkan akibat adanya politik kultur stelsel. Meskipun demikian, beliau merasa terpanggil untuk menjadi imam. Dari sharing keluarganya, terungkap keinginan Rm. Wahya untuk memajukan masyarakat baik secara rohani maupun jasmani.

Keinginan itu pun terwujud melalui jalan hidupnya sebagai imam. Karyanya tidak terbatas pada wilayah Keuskupan Purwokerto. Rm. Wahya pernah berkarya di Keuskupan Ketapang, Surabaya dan juga pernah sebagai pastor militer di Jakarta. Beliau juga merintis iman umat di beberapa tempat pelosok Kesukupan Purwokerto seperti Kapencar, Kroya, dan stasi-stasi dari Paroki Pekalongan. Kedekatan Rm. Wahya dengan umat setempat sangt mewarnai karya pastoralnya. Selain itu, Rm. Wahya begitu tergerak hatinya untuk memperbaiki perekonomian umat. Banyak gagasan yang beliau lontarkan bahkan tidak jarang uang pribadinya pun dijadikan modal untuk membuka beberapa usaha demi umat. Itulah wujud cinta Rm. Wahya bagi umat yang dilayaninya. Bagi banyak orang, Rm. Wahya meninggalkan banyak warisan berharga: keteladanan hidup, kesederhanaan, dan kesetiaan pada panggilan. Warisan inilah yang menjadi modal besar bagi terwujudnya Gereja Partikular yang dewasa dan mandiri.

Buku yang penuh dengan pergulatan imamat Rm. Wahya ini dihimpun dari berbagai macam sumber entah dari data-data keuskupan, dari sharing keluarga Rm. Wahya atau pun dari umat yang pernah mengenal Rm. Wahya..

Apa yang beliau miliki selalu diusahakan sedemikian rupa demi kepentingan umat. Semoga, semangat Rm. Wahyabawono tetap hidup dalam Gereja Keuskupan Purwokerto melalui diri umat, imam dan calon imam yang ada.


0 Responses to “Ulasan Buku Rm Wahyobawono Pr”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Jumlah Pengunjung

  • 36,186 pengunjung

Tanggalan’e

November 2008
S S R K J S M
    Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Polling

Peta Keuskupanku

Photobucket

Download Driver nVidia

AC_FL_RunContent('flashVars', 'widgetVersion=vertical&widgetLanguage=en-us','src', 'http://www.nvidia.com/content/DriverDownload/widget/v2/driver_widget','width', '320','height', '620','align', 'middle','id', 'driver_widget','quality', 'high','bgcolor', '#869ca7','name', 'driver_widget','wmode', 'transparent','allowScriptAccess','sameDomain','type', 'application/x-shockwave-flash','pluginspage', 'http://www.adobe.com/go/getflashplayer');

Selamat Natal 2008 dan tahun baru 2009


%d blogger menyukai ini: