25
Mei
09

Bijaksana dalam menyikapi Sarana Komunikasi

Kalau sms tidak dibalas, telp tidak diangkat, janganlah cepat cepat marah dan ngambeg, tapi bukankah “hp” di sana bisa jadi kehabisan pulsa, orangnya lagi tidur, lagi rapat, atau….ada banyak kemungkinan yang tidak kita ketahui…!

Engkau dapat mencari informasi sebanyak banyaknya melalui “browsing internet”, namun pernahkah engkau ingat ada banyak orang yang tidak mampu mengakses informasi, bahkan yang paling dibutuhkan, karena kemiskinannya?

Engkau dapat berteman dengan banyak teman dan sahabat melalui situs jaringan sosial, namun apakah engkau melihat ada banyak orang kesulitan membangun jaringan, karena tidak punya akses informasi, dan karena tidak memiliki sarana internet?

Tahukah saudaraku, banyak orang miskin tidak tahu kemana mereka mencari pekerjaan, kemana mereka mendapatkan akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, kemana mereka mencari kesempatan untuk berbicara, sementara mereka tidak memiliki sarana komunikasi itu?

Engkau dapat berkata apapun juga pada kenalan, sahabat, rekan kerja melalui email, chatting, fesbuk, namun, apakah kata katamu menjadi berkat, atau sebaliknya menjadi “beban” untuk hidupnya?

Tahukah engkau, semakin kita banyak berelasi melalui dengan banyak orang hanya melalui jaringan internet, pribadimu menjadi makin reaktif dan kurang mampu memahami orang di sekitarmu sebagai pribadi yang butuh kehadiran fisik dan hatimu?

Masihkah menemani anak belajar itu jauh lebih penting daripada chatting? Masihkah menemani anak makan bersama jauh lebih bernilai daripada “browsing”?

Apakah bermain dengan anak anak itu jauh lebih penting daripada bermain “blackberry? ”

Masihkah menemani pasanganmu sekedar ngobrol ke sana kemari, jauh lebih penting daripada nonton TV bersama?

Apakah mematikan hp pada saat kita berdoa itu akan merugikan hidup kita?

Semoga kita makin bijaksana menggunakan alat komunikasi yang makin canggih agar cinta Tuhan tetap menjadi kenyataan dalam hidup bersama!

warm regards
bslametlasmunadipr

09
Mei
09

Pesan Bapa Suci Benediktus XVI untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke- 43, 24 Mei 2009

 

benedictxvi Teknologi Baru, Relasi Baru: Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan
(Pesan Bapa Suci Benediktus XVI untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke- 43,  24 Mei 2009)
Saudara dan Saudari Terkasih,
1. Mendahului Hari Komunikasi Sedunia yang akan datang,  Saya ingin menyampaikan kepada  Anda beberapa permenungan mengenai tema yang dipilih untuk tahun ini yakni: ”Teknologi Baru, Relasi Baru:  Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan”. Sesungguhnya teknologi digital baru sedang membawa  pergeseran yang hakikih  terhadap perilaku-perilaku komunikasi, juga terhadap ragam hubungan manusia, khususnya bagi kaum muda yang bertumbuh bersama teknologi baru dan  telah merasakan dunia digital sebagai ”rumah sendiri”. 
Mereka berusaha memahami dan memanfaatkan  peluang yang diberikan oleh dunia digital, sesuatu yang bagi kita, orang dewasa, acapkali dirasakan cukup asing.  Dalam pesan tahun ini, saya menyadari mereka yang dikenal sebagai ”generasi digital”, dan saya ingin berbagi dengan mereka, khususnya tentang gagasan-gagasan menyangkut potensi ulung teknologi baru apabila dipergunakan untuk mamajukan pemahaman  dan rasa kesetiakawanan manusia.  Teknologi baru itu sesungguhnya merupakan anugerah bagi umat manusia dan kita mesti sungguh-sungguh memberikan jaminan bahwa manfaat yang dimilikinya dipergunakan untuk melayani semua umat manusia secara pribadi dan komunitas, secara istimewa bagi mereka yang kurang beruntung dan disakiti.

2.  Akses yang mudah terhadap telepon seluler dan komputer yang dikombinasikan dengan jangkauan dan penyebaran internet secara meluas telah menciptakan serba ragam sarana  melaluinya.  Kata-kata dan gambar dapat disampaikan secara langsung ke wilayah-wilayah terjauh dan terpencil di dunia, sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh generasi-generasi sebelumnya. Kekuatan besar media baru ini telah digenggam oleh orang-orang muda dalam mengembangkan jalinan, komunikasi dan pengertian di antara individu maupun secara bersama. Mereka telah beralih kepada media baru  sebagai sarana berkomunikasi dengan teman- teman, sarana untuk berjumpa dengan teman-teman baru, sarana untuk membangun paguyuban dan jejaringan (network), mencari informasi dan berita serta sarana berbagi gagasan dan pendapat. Banyak manfaat muncul dari budaya baru komunikasi ini, antara lain keluarga-keluarga masih tetap bisa berkomunikasi walau terpisah oleh jarak yang jauh; para mahasiswa dan peneliti mendapat  peluang yang lebih cepat dan  mudah kepada dokumen, sumber-sumber rujukan dan penemuan-penemuan ilmiah sehingga mereka bisa bekerja secara bersama meski dari tempat yang berbeda. Lebih dari itu, kodrat interaktif yang dihadirkan oleh bebagai media baru mempermudah  pembelajaran dan komunikasi dalam bentuk yang lebih dinamis sehingga memberikan sumbangsih bagi perkembangan sosial.
3. Betapapun kecepatan media baru ini begitu mengagumkan, dalam artian daya guna dan rasa aman,  namun popularitasnya bagi para pengguna  tidak seharusnya membuat kita terheran-heran kalau media baru ini menjawabi kerinduan  mendasar  umat manusia untuk berkomunikasi dan  berhubungan dengan orang lain.
Hasrat akan komunikasi dan persahabatan ini berakar pada kodrat kita yang paling dalam sebagai manusia dan tak boleh  dimengerti  sebagai jawaban terhadap berbagai inovasi teknis. Dalam terang amanat Kitab Suci, hasrat untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain, pertama-tama harus dimengerti sebagai  ungkapan peran-serta kita akan kasih Allah yang komunikatif dan mempersatukan yang ingin menjadikan seluruh umat manusia sebagai suatu keluarga. Tatkala kita ingin mendekati orang lain, tatkala kita ingin mengetahui lebih banyak tentang mereka, dan membuat kita dikenal oleh mereka,  kita justru sedang menjawabi panggilan Allah,   yakni panggilan yang terpatok dalam kodrat kita sebagai mahkluk yang diciptakan seturut gambar dan rupa Allah, Allah komunikasi dan persekutuan.
4. Hasrat  saling berhubungan dan naluri komunikasi  yang sudah sedemikian melekat dalam kebudayaan masa kini sungguh dipahami sebagai  ungkapan kecendrungan  mendasar dan berkelanjutan manusia yang mutakhir untuk menjangkau keluar dan mengupayakan persekutuan dengan orang lain.  Kenyataannya,  tatkala kita membuka diri terhadap orang lain,  kita sedang memenuhi hasrat kita yang terdalam dan menjadi lebih sungguh manusia.  Pada dasarnya, mencintai adalah hal yang dikehendaki oleh Sang Pencipta..  Dalam hal ini, Saya tidak berbicara tentang hubungan sekilas dan dangkal, tetapi tentang kasih yang sesungguhnya, yang menjadi inti ajaran moral Yesus: ”Kasihilah TuhanAllahmu dengan sepenuh hati, dengan seluruh jiwa raga,  dengan seluruh akal budimu dan dengan seluruh kekuatanmu,” dan ”Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri,” (bdk. Mrk 12:30-31).  Dalam terang pemahaman ini, merenungi   makna teknologi baru amatlah penting agar kita tidak  sekadar menaruh pehatian pada kemampuannya yang tak dapat diragukan  untuk mengembangkan kontak dengan orang lain, tetapi tertutama pada kualitas isi yang disebarkan melalui media itu. Saya ingin mendorong semua orang yang berkehendak baik, yang sedang bergiat di  lingkungan komunikasi digital masa kini, untuk sungguh membaktikan diri  dalam  memajukan budaya menghomati, dialog dan persahabatan.
Oleh karena itu,  mereka yang bergiat dalam pembuatan dan penyebaran isi media baru  harus benar-benar menghormati martabat dan nilai pribadi manusia. Apabila teknologi baru dipergunakan untuk melayani kebaikan pribadi dan masyarakat,  semua penggunanya akan mengelakkan tukar-menukar kata dan gambar yang merendahkan umat manusia dan keintiman hubungan seksual atau yang mengeksploitasi orang lemah dan menderita.
5. Teknologi baru juga membuka jalan untuk dialog di antara orang-orang dari berbagai negara, budaya dan agama. Gelanggang digital baru yang disebut ”jagat maya”, memungkinkan mereka untuk bertemu dan saling mengenal kebiasaan dan nilai-nilai mereka masing-masing. Perjumpaan-perjumpaan yang demikian kalau mau berhasil guna, menuntut bentuk pengungkapan bersama yang jujur dan tepat disertai  sikap mendengar dengan penuh perhatian dan penuh penghargaan.  Bila dialog bertujuan  untuk memajukan pertumbuhan pengertian dan sikap setia kawan, maka dialog harus  berakar pada ikhtiar mencari kebenaran  sejati dan  bersama. Hidup bukanlah sekadar rangkaian peristiwa dan pengalaman, hidup adalah sebuah pencarian kebenaran, kebaikan dan keindahan. Untuk maksud inilah maka kita membuat pilihan;  untuk maksud inilah maka kita meragakan kebebasan kita; dengan maksud inilah -  yakni dalam kebenaran, dalam kebaikan dan dalam keindahan -  kita menemukan kebahagiaan dan sukacita.  Kita tidak boleh membiarkan diri kita diperdaya oleh orang-orang yang semata-mata melihat kita sebagai konsumen dalam sebuah pasar yang dijejali dengan aneka ragam kemungkinan di mana pilihan itu sendiri berubah menjadi barang, kebaruan mengganti keindahan dan pengalaman subyektif menggantikan kebenaran.
6.  Gagasan tentang persahabatan telah mendapat pemahaman  baru  oleh munculnya kosa-kata jaringan sosial digital   dalam beberapa tahun belakangan ini. Gagasan ini merupakan suatu pencapaian yang paling luhur dalam budaya manusia. Dalam dan melalui persahabatan, kita bertumbuh dan berkembang sebagai manusia.  Karena itu,  persahabatan yang benar harus selalu dilihat sebagai  kekayaan  paling besar yang dapat dialami oleh pribadi manusia.  Dengan ini, kita mestinya hati-hati  memandang remeh gagasan atau pengalaman persahabatan. Sungguh menyedihkan apabila hasrat untuk  mempertahankan dan mengembangkan persahabatan ’on-line’ mengorbankan kesempatan untuk keluarga,  tetangga dan mereka  yang kita jumpai dalam keseharian  di tempat kerja, di tempat pendidikan dan tempat rekreasi.  Apabila hasrat akan jalinan maya berubah menjadi obsesi,  maka hasrat itu akan memarjinalkan pribadi dari interaksi sosial  yang nyata sekaligus menghambat pola istirahat, keheningan dan permenungan yang berguna bagi perkembangan kesehatan manusia.
7. Persahabatan adalah kekayaan terbesar manusia, tetapi nilai ulungnya bisa hilang apabila persahabatan itu dipahami sebagai tujuan itu sendiri. Sahabat harus saling mendukung dan saling memberi dorongan dalam mengembangkan bakat dan pembawaan mereka  dan memanfaatkannya demi pelayanan bagi manusia. Dalam konteks ini,  sungguh membanggakan bahwa  jejaringan digital baru  ini berihktiar  memajukan kesetiakawanan umat manusia, damai dan keadilan, hak asasi manusia dan penghargaan terhadap hidup manusia serta kebaikan ciptaan. Jejaringan-jejaringan ini dapat mempermudah  bentuk-bentuk kerjasama antar orang dari  konteks geografis dan budaya yang berbeda dan membuat mereka mampu memperdalam  kemanusiaan mereka  dan  rasa sepenanggungan demi kebaikan untuk semua. Karena itu kita mesti secara tegas menjamin bahwa dunia digital, di mana jejaringan serupa itu dapat dibangun, adalah dunia yang sungguh terbuka untuk semua orang. Sungguh  akan menjadi  tragedi masa depan bagi umat manusia, apabila sarana baru komunikasi  yang memungkinkan orang berbagi pengetahuan dan informasi dengan cara yang lebih cepat dan berdayaguna, tidak terakses oleh mereka yang terpinggirkan secara ekonomi dan sosial, atau apabila  sarana baru komunikasi ini cuma membantu memperbesar kesenjangan yang memisahkan orang miskin dari jejaringan baru itu yang  justru dikembangkan bagi pelayanan sosialisasi manusia dan penyebaran informasi.
8. Saya bermaksud menyimpulkan pesan ini   dengan menyampaikan secara istimewa kepada orang muda Katolik  untuk mendorong mereka memberikan kesaksian iman dalam dunia digital. Saudara dan Saudari terkasih, saya meminta kepada Anda sekalian untuk memperkenalkan nilai-nilai yang melandasi hidup Anda ke dalam lingkungan budaya baru yakni budaya komunikasi dan informasi teknologi. Pada awal kehidupan Gereja, para rasul  bersama murid-muridnya  mewartakan  kabar gembira tentang Yesus kepada dunia  orang Yunani dan Romawi. Sudah sejak masa itu,  keberhasilan karya evangelisasi menuntut  perhatian yang seksama dalam memahami kebudayaan dan kebiasaan bangsa-bangsa kafir  sehingga kebenaran Injil  dapat menjamah hati dan pikiran mereka. Demikian juga pada masa kini,  karya pewartaan Kristus  dalam dunia teknologi baru menuntut suatu pengetahuan yang mendalam tentang dunia,  kalau  teknologi itu dipergunakan untuk melayani perutusan kita secara berdayaguna.
Kepada Anda sekalian, orang-orang muda, yang  agaknya memiliki  hubungan  yang spontan terhadap sarana baru komunikasi, supaya bertanggungjawab terhadap evangelisasi ’benua digital’ ini.  Pastikan untuk mewartakan Injil  ke dalam dunia zaman sekarang  dengan penuh semangat. Kamu mengetahui kecemasan dan harapan mereka, cita-cita dan kekecewaan mereka;   hadiah terbesar yang dapat kalian berikan kepada mereka adalah  berbagi dengan mereka ”Kabar Gembira” Allah yang telah menjadi manusia, yang menderita, wafat dan bangkit kembali untuk menyelamatkan semua orang. Hati umat manusia sedang haus akan sebuah dunia dengan kasih yang meraja,  anugerah yang dibagikan dan jati diri yang ditemukan dalam bentuk persekutuan yang saling menghargai.  Iman kita mampu menjawab harapan-harapan itu:  semoga kamu menjadi bentaranya!  Ketahuilah, Bapa Suci memberkati anda dengan doa dan berkatnya.
Vatikan, 24 januari 2009
Pada Pesta Santo Fransiskus dari Sales
Benediktus XVI

Sumber:  Romo Y.D. Harsanto, Pr, dari Milis orangmuda@yahoo.com

19
Apr
09

Foto Tahbisan Diakon Steph dan Kristi

Aku Menjadikan Diriku Hamba Dari Semua Orang


Offri la vita tua, come Maria, ai piedi della croce

E Sarai servo di ogni uomo, servo per amore, sacerdote della’umanita

Selamat kepada Diakon Stef Heriyanto dan Diakon Kristiadi Prasetyo. Semoga rahmat tahbisan diakon yang diterima frater berdua memampukan frater untuk menjadi hamba bagi semua orang, terlebih bagi seluruh umat di Keuskupan Purwokerto.

img_0995

Misa Tahbisan diakon dihadiri oleh Keluarga dan umat

.

.

img_1012

Frater Steph dan Frater Kristi bersama dengan ke-25 calon diakon yang lain saat Mgr Suharyo berhomili.

.

.

img_10091

Para calon diakon berlutut saat mgr Suharyo membacakan doa tahbisan…

.

.

picture-057

Fr Kristi menantikan penumpangan tangan dari bapak uskup…

.

.

picture-066

Fr Steph menunggu penumpangan tangan bapak uskup…

.

.

picture-053

Mgr Ignatius berhomili…

.

.

picture-074a

Para calon diakon bertiarap ketika menyanyikan litani para kudus…

.

.

img_1052

pemberian Kitab Suci oleh MgrIgnatius Suharyo kepada para diakon…

.

.

cimg0888

Para diakon baru berfoto bersama Mgr Ign Suharyo seusai perayaan ekaristi…

.

.

img_1129Diakon Kristi bersalaman dengan umat seusai perayaan ekaristi. Proficiat fr diakon Kristi…!

.

.

img_1125

bersama dengan  para diakon yang lain, fr Steph di-proficiati oleh semua umat yang hadir…

.

Proficiat Fr Kristi dan Fr Steph atas tahbisan diakonnya!

Mediator

17
Apr
09

Perayaan Ekaristi Janji Selibat Kesebelas Calon Diakon

100_5819crKentungan – 17 April, sebelas calon diakon yang akan ditahbiskan pada hari Sabtu, 18 April 2009 mengucapkan janji selibat di hadapan komunitas Seminari Tinggi.

Rm. Hartosubono, rektor Seminari Tinggi, dalam kotbahnya mengajak untuk bersyukur atas karunia Roh Kudus yang dahulu telah memampukan para rasul untuk bersaksi, kini memberi kekuatan kepada para calon diakon untuk mengucapkan janji selibatnya.

Fr Steph dan Fr Kristi mendapat giliran terakhir, setelah kesembilan calon diakon dari KAS mengucapkan janji selibatnya. “Di hadapan para imam dan saudara-saudara yang hadir di sini, saya… berjanji dengan pertolongan Roh Kudus…” Janji itu diucapkan dengan mantap dengan tangan tertumpang di atas Kitab Suci. Janji selibat ini selalu dilaksanakan satu hari sebelum tahbisan diakon dan menjadi suatu bagian yang paling penting dari hidup imamat.

Proficiat bagi para frater yang telah mengucapkan janji selibat, khususnya Fr Steph dan Fr Kristi.

Cayooo!!!

.

.

Foto-Foto Janji Selibat

100_5822cr

Roh Kudus menerima janji selibatmu…dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amiiiin

.

.

.

.

.

.


.

.

.

.

.

.

100_5826cr

“Di hadapan Allah dan Gereja saya berjanji….” fr Kristi adi…promising….

.

..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


100_5832cr

Fr. Kristi tanda tangan kontrak (eh, maksudnya janji selibatnya…)

..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


aanMed

03
Apr
09

Simbol-simbol Paskah dan Maknanya

Simbol-simbol Paskah dan Maknanya
oleh: Romo Francis S. Weiser
ANAK DOMBA PASKAH
Di antara simbol-simbol Paskah yang populer, anak domba adalah yang paling penting dalam perayaan agung ini. Anak Domba Paskah, yang melambangkan Kristus, dengan bendera kemenangan, dapat dilihat dalam lukisan-lukisan yang dipasang di rumah-rumah keluarga Eropa. Doa paling kuno untuk pemberkatan anak domba ditemukan dalam buku ritual abad ketujuh biara Benediktin di Bobbio, Italia. Dua ratus tahun kemudian Roma mempergunakannya dan sesudah itu, selama berabad-abad kemudian, menu utama santap malam Paus pada Hari Raya Paskah adalah anak domba panggang. Setelah abad kesepuluh, sebagai ganti anak domba utuh, disajikan potongan-potongan daging yang lebih kecil.
Tradiri kuno anak domba Paskah juga mengilhami umat Kristiani untuk menyajikan daging anak domba sebagai hidangan populer pada masa Paskah. Hingga sekarang, daging anak domba disajikan sebagai menu utama Minggu Paskah di berbagai daerah di Eropa timur. Tetapi, seringkali bentuk-bentuk anak domba kecil terbuat dari mentega, roti atau pun gula-gula menggantikan sajian daging anak domba, dan menjadi hidangan utama jamuan Paskah.
Di abad-abad yang silam, dianggap merupakan suatu tanda keberuntungan jika orang menjumpai anak domba, teristimewa pada masa Paskah. Merupakan takhayul populer bahwa iblis, yang dapat mengambil wujud segala macam binatang, tidak pernah diperkenankan menampakkan diri dalam wujud anak domba karena simbol religiusnya.

TELUR PASKAH
Telur Paskah berasal dari tradisi kesuburan kaum Indo-Eropa. Bagi para leluhur kita yang belum mengenal ajaran Kristiani, sungguh merupakan peristiwa yang menakjubkan menyaksikan suatu makhluk hidup yang baru muncul dari suatu obyek yang tampaknya mati. Bagi mereka, telur merupakan simbol musim semi. Di masa silam, di Persia, orang biasa saling menghadiahkan telur pada saat equinox musim semi, yang bagi mereka juga menandakan dimulainya tahun yang baru.
Pada masa Kristen, telur mendapatkan makna religius, yaitu sebagai simbol makam batu darimana Kristus keluar menyongsong hidup baru melalui Kebangkitan-Nya. Selain itu ada alasan yang sangat praktis menjadikan telur sebagai tanda istimewa sukacita Paskah, yaitu karena, dulu, telur merupakan salah satu makanan pantang selama Masa Prapaskah. Kaum beriman sejak awal telah mewarnai telur-telur Paskah dengan warna-warna cerah, meminta berkat atasnya, menyantapnya, serta memberikannya kepada teman dan sahabat sebagai hadiah Paskah.
Tradisi telur Paskah berkembang di antara bangsa-bangsa Eropa utara dan di Asia segera sesudah mereka masuk Kristen. Tetapi, di antara bangsa-bangsa Eropa selatan, dan dengan demikian juga di Amerika Selatan, tradisi telur Paskah tidak pernah menjadi populer.
Ritual Romawi mempunyai tata cara khusus untuk pemberkatan telur-telur Paskah:
“Kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, untuk menganugerahkan berkat-Mu atas telur-telur ini, menjadikannya makanan yang sehat bagi umat beriman, yang dengan penuh syukur menyantapnya demi menghormati Kebangkitan Tuhan kami Yesus Kristus.”
Pada abad pertengahan, menurut tradisi telur-telur dibagikan pada Hari Raya Paskah kepada semua pelayan. Terdapat catatan bahwa Raja Edward I dari Inggris (1307) memerintahkan agar 450 butir telur direbus menjelang Paskah, diberi warna atau dibungkus dengan daun keemasan, yang kemudian akan dibagi-bagikannya kepada seluruh anggota keluarga kerajaan pada Hari Raya Paskah.
Telur Paskah biasanya dibagikan kepada anak-anak sebagai hadiah Paskah bersama dengan hadiah-hadiah lain. Kebiasaan ini berakar kuat di Jerman di mana telur-telur disebut “Dingeier” (telur-telur yang “dihutang”). Anak-anak tidak berlambat dalam menuntut apa yang “dihutang” dari mereka, dan dengan demikian berkembanglah berbagai macam pantun di Perancis, Jerman, Austria dan Inggris, di mana anak-anak, bahkan hingga sekarang, menuntut telur-telur Paskah sebagai hadiah mereka. Berikut adalah salah satunya yang berasal dari Austria:
Kami menyanyi, kami menyanyi lagu Paskah:
Tuhan membuatmu sehat, kuat dan pintar.
Penyakit dan badai dan segala yang jahat
kiranya jauh dari kerabat, dan ternak dan ladang.
Sekarang, berilah kami telur,
yang hijau, yang biru dan yang merah;
jika tidak, anak-anak ayammu akan mati semuanya.
Di beberapa daerah di Irlandia, anak-anak mengumpulkan telur-telur angsa dan bebek sepanjang Pekan Suci, untuk diberikan sebagai hadiah pada Minggu Paskah. Sebelumnya, pada Minggu Palma, mereka membuat sarang-sarang kecil dari batu, dan sepanjang Pekan Suci mereka mengumpulkan sebanyak mungkin telur, menyimpannya dalam sarang-sarang batu mereka yang tersembunyi. Pada Minggu Paskah, mereka memakan semuanya, membaginya dengan anak-anak lain yang masih terlalu kecil untuk mengumpulkan telur-telur mereka sendiri.
Orang-orang dewasa juga memberikan telur-telur sebagai hadiah di Irlandia. Jumlah telur yang akan dihadiahkan ditentukan menurut peribahasa kuno di kalangan rakyat Irlandia: “Satu telur untuk pria sejati; dua telur untuk pria terhormat; tiga telur untuk yang miskin; empat telur untuk yang termiskin [pengemis].”
Di kebanyakan negara, telur-telur diberi warna polos dengan pewarna dari tumbuh-tumbuhan. Di kalangan orang Chaldean, Syria dan Yunani, kaum beriman saling menghadiahkan telur-telur berwarna merah demi menghormati darah Kristus. Di daerah-daerah di Jerman dan Austria, hanya telur-telur berwarna hijau saja yang dipergunakan pada Hari Kamis Putih, tetapi telur-telur yang berwarna-warni dipergunakan selama perayaan Paskah. Orang-orang Slavic membuat pola-pola istimewa dengan emas dan perak. Di Jerman dan di beberapa negara Eropa tengah, telur-telur yang dipergunakan untuk memasak hidangan Paskah tidak dipecahkan, melainkan ditusuk dengan jarum di kedua ujungnya, lalu isinya dikeluarkan dengan meniupnya ke dalam mangkok. Kulit-kulit telur kosong diberikan kepada anak-anak untuk dipergunakan dalam berbagai macam permainan Paskah. Di beberapa daerah di Jerman, kulit-kulit telur kosong tersebut digantungkan pada semak-semak dan pohon sepanjang Pekan Paskah, mirip pohon Natal. Orang-orang Armenia menghiasi kulit telur kosong mereka dengan gambar-gambar Kristus yang Bangkit, Bunda Maria, dan gambar-gambar religius lainnya, untuk diberikan kepada anak-anak sebagai hadiah Paskah.
.
Berbagai Permainan Menggunakan Telur
Masa Paskah merupakan masa bermain-main dengan telur di seluruh daratan Eropa. Lomba telur tumbuk dengan berbagai macam variasinya banyak dilakukan di Syria, Iraq, dan juga Iran. Di Norwegia, permainan itu disebut knekke (ketuk). Di Jerman, Austria dan Perancis, telur yang direbus keras digelindingkan di lapangan atau bukit dan saling diadu; telur yang tetap tak retak hingga akhir dinyatakan sebagai “telur kemenangan”. Permainan ini amat digemari di Amerika lewat pesta telur gelinding di lapangan Gedung Putih di Washington.
Tradisi umum lainnya di antara anak-anak adalah perlombaan mencari telur, baik di dalam rumah maupun di kebun pada hari Minggu Paskah. Di Perancis, anak-anak mendengarkan dongeng bahwa telur-telur Paskah dijatuhkan dari lonceng-lonceng gereja dalam perjalanan mereka kembali dari Roma. Di Jerman dan Austria, keranjang-keranjang kecil berisi telur, kue-kue serta permen diletakkan di tempat-tempat tersembunyi, dan anak-anak percaya bahwa kelinci Paskah, yang juga begitu populer di negeri ini, telah meletakkan telur-telur itu beserta permennya.
Di Rusia dan Ukrainia dan juga Polandia, orang memulai santapan Paskah mereka dengan penuh sukacita setelah masa puasa Prapaskah yang panjang dengan sebutir telur yang telah diberkati pada hari Minggu Paskah. Sebelum duduk makan, sang bapak akan dengan hati-hati membagikan sepotong bagian kecil dari telur Paskah kepada setiap anggota keluarga dan para tamu, sembari mengucapkan selamat berbahagia di hari yang kudus ini. Sebelum mereka memakan telur bagian mereka dalam keheningan, mereka tidak akan duduk untuk menyantap jamuan Paskah mereka.
.
KELINCI PASKAH
Kelinci Paskah berasal dari tradisi kesuburan masyarakat sebelum masa Kristiani. Kelinci merupakan binatang yang paling subur menurut para leluhur, karenanya kelinci dipergunakan sebagai simbol kehidupan baru yang melimpah di masa musim semi. Kelinci Paskah tidak pernah mempunyai makna religius dalam perayaan Paskah, meskipun dagingnya yang putih, kadang-kadang, dikatakan melambangkan kemurnian dan tanpa cela. Gereja tidak pernah memberikan pemberkatan istimewa bagi kelinci. Namun demikian, kelinci mendapat peran yang menyenangkan dalam perayaan Paskah sebagai tokoh legenda penghasil telur-telur Paskah bagi anak-anak di berbagai negara. Di berbagai daerah di Jerman, dipercaya bahwa kelinci Paskah meletakkan telur-telur merah pada hari Kamis Putih dan telur-telur berbagai macam warna pada malam sebelum Minggu Paskah. Kelinci-kelinci Paskah dalam bentuk kue-kue dan gula-gula mulai populer di Jerman selatan, dan sekarang kue dan gula-gula tersebut amat disukai anak-anak di berbagai macam negara.
.
BABI
Jangan melupakan si babi yang memberikan dagingnya sebagai hidangan dalam jamuan Paskah tradisional. Babi selalu melambangkan keberuntungan dan kemakmuran di kalangan orang-orang Indo-Eropa. Sisa-sisa pemakaian simbol kuno ini masih tetap hidup di jaman kita sekarang. Celengan anak-anak dalam bentuk babi misalnya, merupakan perwujudan dari tradisi kuno ini.
Merupakan tradisi yang diwariskan turun-temurun dari masa sebelum masa Kristiani, untuk makan daging babi dalam berbagai perayaan. Orang-orang Inggris dan Skandinavia menyantapnya, orang-orang Jerman dan Slavia menyantap daging babi panggang pada Hari Raya Natal. Juga, di berbagai wilayah di Eropa, daging babi panggang masih tetap merupakan jamuan utama tradisional dalam pesta pernikahan dan dalam perayaan-perayaan. Pada masa Paskah, ham asap, juga daging anak domba, menjadi santapan sebagian besar bangsa Eropa sejak masa silam, serta merupakan menu Paskah tradisional di berbagai wilayah.

sumber : Easter Symbols and Foodtaken from The Easter Book by Fr. Francis S. Weiser; http://www.intermirifica.org
diambil dari: http://yesaya.indocell.net/id533.htm
03
Apr
09

Telur Paskah yang Hilang

Telur Paskah yang Hilang (bka-1)

Rabu, 19-03-2008 11:15:48 oleh: Panjikristo
Kanal: Gaya Hidup

Telur Paskah yang Hilang (bka-1)Dalam tulisan tentang Buku-buku yang Dibaca Putriku, saya merencanakan untuk menuliskan tentang buku-buku yang ada dalam koleksinya. Buku ini sengaja diulas pertama kali, karena buku inilah yang terbaru dimilikinya, yang berulangkali dibacanya. Dan kebetulan pula, buku ini dibeli menjelang Paskah, sehingga saatnya tepat untuk mengulas buku ini. Dengan mengulas buku-buku koleksinya diharapkan bisa sebagai informasi bacaan yang bermanfaat bagi putra-putri kita.

Buku yang berjudul ‘Telur Paskah yang Hilang‘ ini mengisahkan tentang seorang anak bernama Joni yang tidak ingin kehilangan kesempatan yang sangat berharga baginya, yaitu mengikuti Pesta Paskah di gerejanya.

Pesta paskah itu dilaksanakan setelah Misa Paskah anak-anak pukul delapan pagi. Dalam pesta Paskah anak-anak itu diadakan perlombaan antara lain, kuis kitab suci dan mencari telur Paskah. Dan Joni sangat ingin sekali mengikuti lomba mencari telur Paskah.

Tapi tiba-tiba Joni merasa malu untuk mengikuti lomba tersebut, karena ia belum menjadi siswa Sekolah Minggu. Impiannya untuk mencari telur Paskah yang penuh warna itu tidak mungkin menjadi kenyataan. Akhirnya dia hanya bisa duduk terdiam memperhatikan teman-temannya mencari telur tersebut. Dalam bayangannya ia seperti kehilangan telur paskah yang belum digenggamnya

Akhirnya Joni menyadari kesalahannya selama ini. Peran serta seorang Romo sangat membantunya dalam memberikan pencerahan itu. Joni tidak pernah mau mengikuti kegiatan Sekolah Minggu karena hanya mengikuti kesenangannya saja.

Buku ini sangat baik bagi putra-putri kita, untuk belajar mengorbankan sesuatu yang hanya berupa kesenangan demi suatu yang lebih berarti.

Dalam kisah lainnya yang berjudul ‘Persembahanku‘, dikisahkan tentang kepercayaan yang diberikan kepada seorang anak saat diberi tugas. Anak belajar bertanggung atas tugas yang telah diberikannya. Dan pada ‘Pri, Maafkan Aku‘ dikisahkan tentang keberanian untuk meminta maaf dan berjiwa besar untuk mengakui segala kesalahan. Segala permusuhan dapat diselesaikan dengan damai. Hal-hal seperti itu perlu ditanamkan kepada putra-putri kita sejak dini demi perkembangan mentalitas mereka.

Buku yang ditulis oleh Gabriel, FX ini sangat baik bukan hanya dari sisi ceritanya, tapi ilustrasi yang penuh warna-warni pun sangat menarik bagi putra-putri kita. Buku yang diterbitkan Obor ini bisa digunakan sebagai kado Paskah bagi mereka dan menjadi koleksi kesayangannya.

Salah satu yang menggembirakan hati kami adalah, setelah (berulang-ulang) membaca buku ini putriku, yang senang menulis cerita berkata, “Pa, Angel mau buat cerita seperti ini.”

Rupanya ia termotivasi menulis cerita serupa setelah membaca kisah-kisah di dalamnya. Semoga terlaksana.

***

note : bka = buku koleksi Angel

diambil dari

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?ID=7255

03
Apr
09

Asal Usul Telor Paskah…

Asal Usul Telor Paskah…
(Cerita Rakyat Ukraina)

Yosef menuruni bukit dari ladang menuju rumahnya sambil bersiul-siul
menyanyikan lagu-lagu memuji Allah. Seorang beriman betul dia.
Dia bukan petani kecukupan, bahkan boleh dikatakan dia adalah
petani miskin, paling miskin di desanya. Namun dia menerima
semuanya dengan penuh rasa syukur.

“..Marusha, Kristye, aku sudah pulang …!” Yosef berteriak ketika
mendekati rumahnya. Dia cium isterinya dan dia angkat anaknya
tinggi-tinggi. Kedua perempuan itu merasakan ada yang lain pada
tingkah ayahnya, kegembiraannya agak berbeda dengan hari-hari
sebelumnya.

easter_egg_foil_wrap-1“Semua penduduk omong tentang persembahan apa yang akan
mereka bawa ke gereja, pada saat Jumat Suci nanti.
Petrovich tetangga kita mau membawa anyaman tikar dari ladang
gandumnya, Petra mau membawa sesuatu yang dibuat dari kulit
sapinya… tetapi kita, kita akan berikan yang lebih baik!” kata Yosef.

“Bagaimana mungkin kita beri yang lebih baik daripada mereka?
kita tidak memiliki ladang gandum yang besar, tidak punya sapi…”
sahut Kristye anak perempuan satu-satunya.

“Kita memang tidak disejahterakan dan diberkati dengan tanah yang
luas, tapi ayam-ayam kita? … Mereka memberi telur paling segar
untuk kita, lebah di kebun kita?… kita punya lilin dan madu terbaik,
lalu kebun kecil kita? … kita punya sayuran yang lumayan baik toh!”

Yosef masih melanjutkan, ‘Jadi, sebelum makan malam, kamu harus
mencari telur terbesar, tersegar, letakkan di atas meja, dan ayahmu
akan membuat kamu bangga!’

Malam hari sesudah makan malam, Kristye meletakkan telur
terbaiknya di atas piring. Marusha, isterinya, masih bertanya-tanya
dalam batinnya tentang apa yang akan dibuat suaminya, tetapi dia
tetap melanjutkan menyulam kain, untuk mempersiapkan kalau-kalau
dibutuhkan juga untuk persembahan.

Yosef memuji penemuan Kristye, dan mulailah dia berkarya.
Dibuatnya garis-garis pada permukaan telur itu dengan pena yang
sudah dibakarnya dengan lilin dan yang sudah dicelupkannya pada
lilin lebah.

Dia menggambar ayam,
“Karena ayam memberi kita telur yang segar ini.”
Lalu dia menggambar pohon cemara,
“Karena hutan kita penuh dengan pohon cemara, dan kita
membuatnya menjadi tempat tinggal kita”
Dia juga menggambar bintang,
“Karena aku melihat sinarnya dalam mata anak dan isteriku!’ bisiknya.
Lalu malam beranjak semakin larut. Keesokan harinya,
Yosef mendapat ide baru:
‘Mengapa kita tidak mewarnainya? ‘

Lalu dia minta kepada Marusha untuk membuat cairan pewarna.
Marusha memetik beberapa bunga marigold di halaman depan
rumahnya dan menumbuknya dan memasaknya.

Malam hari itu juga, telur direndam dalam cairan berwarna kuning itu….
dan hasil karya Yosef semakin sempurna.

Keesokan harinya, Kristye memetik wortel membantu ibunya.
Dan jari-jari tangannya menjadi oranye karena pekerjaan itu.

“Sekarang ada ide baru, kita beri warna oranye juga untuk telur
persembahan kita!” kata Yosef.

Dan dia mulai menggambar wortel pada telur itu dengan penanya:
“Untuk wortel kita.,. yang memberi kesehatan!”
Dan Yosef kemudian mencelupkan sebagian telur itu pada cairan
oranye perasan wortel buatan Marusha.

Kini, telur sudah semakin menarik karena semakin banyak warnanya.

Tiba-tiba, Yosef berseru
‘Bit, buah bit kita,,..panen bit kita terbaik di seluruh desa ini, kita beri
warna marsh dari buah bit pada telur kita!”

Marusha menjawab:
‘Belum terlambat, kita punya rebusan bit, kita bisa pakai!”

Dan malam itu, Yosef bekerja sampai larut malam untuk
menyelesaikan karyanya.

Keesokannya hari Kamis, hanya tinggal satu hari untuk mereka
membawa persembahan itu ke gereja.

“Blackberries! ” teriak Yosef,
“Aku yakin tak ada Blackberries lain yang sebaik milik kita…
kita berikan apa yang terbaik milik kita untuk Tuhan pada telur kita.

Marusha menggeleng-geleng kepala sambil tertawa, tetapi dia tetap
membuat rebusan blackberies itu.

Matahari sudah mulai terbenam ketika Yosef menyelesaikan
gambarnya pada telur dengan beberapa lingkaran kecil simbol hasil
kerja kerasnya dalam rupa blackberries yang sudah dipanennya.

Dan terakhir dia hanya tinggal mencelupnya pada warna itu.
Dengan hati-hati Yosef mencelupkannya pada warna kehitaman
cairan rebusan blackberris.
Dan diangkatnya juga perlahan-lahan. … tetapi…. ..semuanya
menjadi gelap……. .
Hilang sudah semua gambar dan warna-warni lainnya.
Yosef panik!
Beberapa saat, ketiga orang itu lama tanpa suara, semua menjadi diam.
Kristye merangkul tangan ayahnya sambil menasehati:
“mungkin lebih baik, kalau kita membawa blackberries segar dalam
keranjang persembahan! ”
“Yang kuinginkan adalah persembahan  sempurna untuk Tuhan,
sekarang kita tak punya apa-apa untuk dipersembahkan … ” ujar Yosef
nelangsa.
Kristye menjawab,
“Yah, bukankah kita seperti telur itu?
Kita juga tidak sempurna, tetapi Tuhan tetap meminta kita datang?”
Yosef terpana
“Aku rasa Allah memberi kebijaksanaan yang lebih baik kepadamu
daripada yang Dia berikan kepada ayahmu ini!”
Yosef segera  membungkus telur gelap itu dengan kain sulaman
Marusha.

Jumat Sore dalam pekan suci, semua orang sudah membawa
persembahannya  masing-masing, tak terkecuali keluarga Yosef
dengan ‘telur gelap’-nya. Ketika saatnya persembahan, setiap orang
membawanya ke depan altar. Yosef mengambil saat paling akhir,
Sebelum meletakkan bungkusan kainnya, Yosef membalikkan
badannya menyhadap umat, dan dengan matanya menatap ke lantai
dia berbicara:
“Kami sekeluarga hendak memberikan yang terbaik. Saya sudah
meminta Kristye mencari telor terbaik, Sepanjang minggu saya
melukis telur dengan lilin lebah terbaik… saya ingin mewarnainya
dengan hasil-hasil kebun terbaik, tetapi apa yang terjadi.,,”

Yosef membuka bungkusannya sehingga semua orang dalam
gereja itu melihatnya:
“Saya tak bermaksud mempersembahkan telur ini kepada gereja,
tetapi anak saya mengatakan sesuatu yang mengubah niat saya.
Dia mengingatkan saya bahwa kita seperti telur ini, kita tidak
sempurna, tetapi Allah tetap meminta kita datang!”

Yosef melanjutkan sambil menengadah
“Maka, Tuhan… Aku dan keluargaku hendak memberikan
persembahan ini kepadaMu. Syukur atas penerimaanMu dan atas
cinta dan atas pengampunan kepada kami!”
Yosef meletakkan persembahannya di antara persembahan yang lain
dan kembali ke tempat duduknya, Tiada suara untuk beberapa saat.
Lalu ibadat Jumat Agung dilanjutkan,

Byarr! Minggu, hari Paskah tiba…semua orang datang ke gereja
untuk merayakan Paska. Nyanyian Haleluya dalam kebangkitan
berkumandang. Inilah saatnya untuk membuka semua penutup
persembahan dan memberkati persembahan.

Imam, yang memimpin perayaan bersiap-siap untuk membuka kain
penutup persembahan dan mengucap doa berkat. Tak terkecuali
persembahan Yosef yang mungil tanpa keranjang juga dibukanya.

‘Lihat!’ teriak Yosef
‘Lihat telur itu!”
Semua orang dalam gereja terpana, Mulut-mulut mereka
menunjukkan keterkejutan. Di pagi hari itu sebutir telur paling indah
yang mereka lihat. Gambar-gambar pada telur itu menjadi lebih tajam
dan indah, warna-warni menjadi berkilat keemasan.

“Bagaimana bisa begitu!” bisik beberapa ibu.
“Ini mukjijat…” seru beberapa orang.

Kristye menoleh ke jendela… bicara pada ibunya yang ada
di sebelahnya
“lihat bu, setelah musim dingin yang panjang dan gelap…
Allah memberi kita matahari yang terang dam hari-hari yang hangat.
Pastilah matahari yang melelehkan semua cairan yang gelap!”

Yosef menatap putri dan isterinya:
‘Tuhan membuat mukjjijat untuk kita…”

Pada hari pertama, mentari menembus celah jendela di Ukraina….
Sebuah keluarga yang berbahagia berjabatan tangan satu sama lain…..
Dan hati mereka penuh syukur atas karya Allah yang indah….
yang mengubah kegalauan menjadi harapan, kegelapan menjadi
terang… kesedihan menjadi kegembiraan. …

SELAMAT PASKAH !!!

Diterjemahkan dari: Maxwell, Cassandre., Yosef’s
Gift of Many Colors, An Easter Story,
Augsburg Fortress, Minneapolis, USA, 1993.




Jumlah Pengunjung

  • 35,297 pengunjung

Tanggalan’e

September 2016
S S R K J S M
« Mei    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Polling

Peta Keuskupanku

Photobucket

Download Driver nVidia

AC_FL_RunContent('flashVars', 'widgetVersion=vertical&widgetLanguage=en-us','src', 'http://www.nvidia.com/content/DriverDownload/widget/v2/driver_widget','width', '320','height', '620','align', 'middle','id', 'driver_widget','quality', 'high','bgcolor', '#869ca7','name', 'driver_widget','wmode', 'transparent','allowScriptAccess','sameDomain','type', 'application/x-shockwave-flash','pluginspage', 'http://www.adobe.com/go/getflashplayer');

Selamat Natal 2008 dan tahun baru 2009